Minggu, 29 Januari 2017

TUBERKULOSIS PARU (TB PARU)

Tuberkulosis Paru merupakan infeksi paru yang disebabkan oleh bakteri M.tuberculosa. Jadi dengan kata lain parenkhim paru merupakan organ yang terkena, tidak termasuk pleura.

GEJALA KLINIS 
gelaja respiratori
  - batuk lebih dari 2 minggu
  - batuk disertai darah
  - sesak nafas
  - nyeri dada
gejala sistemik
  - demam
  - gejala lain: malaise, keringat malam, anoreksia, berat badan menurun

PATOGENESIS
Tuberkulosis Primer
Kuman tuberkulosis yang masuk melalui saluran pernafasan akan bersarang dijaringan paru, dimana hal ini akan menyebabkan sarang pneumonik, yang sering disebut dengan afek primer atau sarang primer. Sarang primer ini akan timbul dimana saja pada jaringan paru, berbeda dengan sarang reaktivasi. Dari sarang primer ini akan timbul peradangan pada saluran pembuluh limfa atau kelenjar getah bening menuju hilus (limfangitis lokal).  Peradangan ini diikuti dengan pembesaran kelenjar getah bening  di hilus (limfadenitis). Afek primer ini bersama dengan limfangitis (limfadenitis) dikenal sebagai kompleks primer. Kemudian sarang primer ini akan mengalami salah satu dari:
- sembuh dengan tidak meninggalkan bekas
- sembuh dengan meninggalkan sedikit bekas
- menyebar secara; a). perkontinuitatum kesekitarnya b). menyebar secara bronkogen baik pada paru yang bersangkutan maupun keparu sebelahnya c). menyebar secara hematogen atau limfatogen

Tuberkulosis Post-Primer
Tuberkulosis post-primer (sering disebut tuberkulosis bentuk dewasa, tuberkulosis menahun, dll) menjadi masalah kesehatan yang besar karena bentuk inilah yang menjadi sumber penularan. Tuberkulosis dimulai dari pembentukan sarang dini, yang pada umumnya pada apek paru lobus superior atau paru lobus inferior yang mempunyai kadar oksigen lebih tinggi. Sarang dini umumnya dimulai dari bentuk pneumonik kecil, kemudian menjadi bentuk seperti:
- diresopsi kembali dan sembuh tanpa meninggalkan cacat
- sarang tadi meluas, tetapi segera terjadi proses penyembuhan diikuti penyebukan jaringan fibrosis. kemudian membungkus diri menjadi lebih keras dan terjadi perkapuran. namun dapat menjadi aktif kembali, membentuk jaringan keju, jika dibatukan akan menjadi kavitas.
- sarang pneumoni meluas, membentuk jaringan keju (kaseosa). kaviti akan terbentuk jika jaringan keju dibatukan, awalnya dinding kaviti tipis kemudian lama-kelamaan menebal. nasib kaviti ini akan menjadi salah satu dari;
            .  meluas dan membntuk sarang pneumonik baru
            .  memadat dan membungkus diri menjadi tuberkuloma.
            .  kaviti menjadi bersih dan menyembuh disebut open healed cavity dan mengecil sehingga terlihat
               seperti bintang (stellate shaped)

KLASIFIKASI TUBERKULOSIS
berdasarkan lokasi anatomis
- Tuberkulosis Paru
- Tuberkulosis Ekstra Paru 

Tuberkulosis Paru
berdasarkan hasil pemeriksaan dahak
a). Tuberkulosis Paru BTA positif
      - sekurang-kurangnya 2 dari 3 spesimen dahak menunjukan hasil BTA positif
      - hasil pemeriksaan 1 spesimen positif dan kelainan radiologik paru meunjukan gambaran tuberkulosis paru
      - hasil pemeriksaan 1 spesimen positif dan biakan atau kultur positif.

b). Tuberkulosis Paru BTA negatif
     - hasil 3 kali BTA negatif  dan kelianan radiologik menunjukan tuberkulosis aktif serta tidak merespon
        antibiotik spektrum luas
     - hasil dahak 3 kali negatif dan biakan M.tuberculosis positif

berdasarkan tipe penderita (riwayat pengobatan sebelumnya)
a). kasus baru
    penderita belum pernah mendapat pengobatan OAT atau pernah menelan OAT kurang dari 4 minggu
b). kasus kambuh
     penderita tuberkulosis yang sebelumnya pernah mendapat pengobatan lengkap dan dinyatakan sembuh, kembali berobat dengan hasil BTA + atau biakan +
c). kasus pindahan
d). kasus lali berobat
    penderita sudah berobat palling kurang 1 bulan, dan berhenti 2 minggu atau lebih, kemudian datang kembali berobat.
e). kasus gagal
    penderita BTA + yang masih tetap positif atau kembali menjadi positif pada akhir bulan ke-5 atau 1 bulan sebelum akhir pengobatan
f). bekas TB
    hasil pemeriksaan dahak negatif, gambaran radiologik me nunjukan lesi TB nonaktif, terlebih gambaran radiologik serial menunjukan gambaran yang menetap. riwayat pengobatan TB yang adekuat dapat lebih mendukung 


PENGOBATAN TUBERKULOSIS
Kategori I (kasus baru)
2RHZE/4RH  atau 2RHZE/4R3H3

Kategori II
2RHZES/RHZE/5R3H3E3